KH. Ahmad Zainuddin (Guru Din) – Wafatnya Beliau

KH. Ahmad Zainuddin (Guru Din) – Wafatnya Beliau

Pada tanggal 7 Juni 1996, KH. Ahmad Zainuddin menunaikan tugasnya mengajar di Masjid Al-Fajri, pentakriran kitab yang biasa beliau baca pada saat itu digantikan oleh KH. As’ad, tak ada tanda-tanda di sana, semuanyta berjalan sebagaimana biasa, keseokan harinya, Sabtu tanggal 8 Juni 1996 beliau merasakan kesehatannya agak berkurang. Malam Minggunya beliau tidak lagi mengajar, dan inilah malam-malam terakhir bersama beliau. Tanggal 9 Juni 1996/22 Muharram 1417 H, Jam 09.00 WIB< KH. Ahmad Zainuddin dengan tenang…

Read More

KH. Ahmad Zainuddin (Guru Din) – Mendirikan Masjid Nurul Hidayah

KH. Ahmad Zainuddin (Guru Din) – Mendirikan Masjid Nurul Hidayah

Mendirikan Masjid Nurul Hidayah pada tahun 1960-an masyakarat di sekitar Kalibata belum mempunyai Masjid yang ada hanya dua Masjid yaitu Masjid Syi’arul Islam (Guru Amin) yang sekarang dikenal dengan nama masjid Nashrumminallah dan Masjid Al-Fajri Kerobokan Pejaten. Pada tahun 1964-1965, pada saat itu dimulainya pembangunan komplek Cakra Birawa (Pomad), hal ini membuat masyakarat disekitarnya kesulitan bila ingin melaksanakan sholat Jum’at. Akhirnya pada tahun 1968, KH. As’ad dengan melihat illat/kondisi yang ada mengusulkan untuk mengadakan sholat…

Read More

KH. Ahmad Zainuddin (Guru Din) – Mengajar dan mendirikan Madrasah

KH. Ahmad Zainuddin (Guru Din) – Mengajar dan mendirikan Madrasah

Mengajar dan mendirikan Madrasah Pada tahun 1935 KH. Ahmad Zainuddin mulai memberikan pengajaran kepada masyarakat sekitarnya. System pengajaran pada saat itu sangatlah sederhana, beliau duduk bersila dengan meja pendek (lekar) sementara murid-murid beliau duduk mengelilinginya dengan mendengarkan dan menyimak apa yang beliau sampaikan. Pelajaran pada saat itu berkisar mengenai sifat dua puluh, fiqh, akhlak dan nahwu sharf dengan menggunakan kitab kuning. Tempat yang digunakan untuk belajar pada saat itu adalah sebelah barat dari rumah kediamannya…

Read More

KH. Ahmad Zainuddin (Guru Din) – Keperibadian dan Sifat Tawadlu

KH. Ahmad Zainuddin (Guru Din) – Keperibadian dan Sifat Tawadlu

Berkeperibadian tenang, jujur, tawadlu, wara dan disiplin seta tidak pernah membedakan siapa saja yang menjadi teman bicaranya, begitulah banyak masyarakat selalu membicarakannya. Beliau juga dikenal sebagai figure ulama yang sangat kuat ingatannya. Pernah suatu ketika, ada seorang yang hanya sekali berjumpa dengan beliau, setelah itu tidak pernah bertemu lagi dalam waktu yang sangat lama bahkan mencapai hitungan tahun, suatu saat orang itu kembali menjumpai beliau, betapa terkejutnya, ternyata beliau masih mengingat nama dan keberadaan orang…

Read More

KH. Ahmad Zainuddin (Guru Din) – Masa Belajar dan Pendidikan Beliau

KH. Ahmad Zainuddin (Guru Din) – Masa Belajar dan Pendidikan Beliau

Sejak kecil sifat akhlakul karimah telah melekat pada pribadi KH. Ahmad Zainuddin. Jujur, tawadlu dan disiplin. Salah satu contoh yang sangat sederhana semasa beliau masih kanak-kanak, tatkala sedang bermain dengan teman sebayanya, pada saat itu mereka mendapatkan durian matang yang jatuh dari pohonnya, walaupun teman-temannya asik menikmati rasa durian tersebut, beliau malah berlalu tidak ikut menikmati, walaupun durian tersebut milik orang tuanya sendiri. Dari sini telah Nampak kehati-hatian beliau dalam mengambil suatu keputusan, padahal usia…

Read More

KH. Ahmad Zainuddin – Selintas Kehidupan dan Silsilah

KH. Ahmad Zainuddin – Selintas Kehidupan dan Silsilah

KH. Ahmad Zainuddin yang lebih dikenal di masyarakat Kalibata dan sekitarnya dengan nama Guru Din dilahirkan di Jakarta, Kampung Kebun Tebu Tebet pada tanggal 19 Desember 1909. Ibunya bernama Yapiah binti Ki Nai bin Muhammad Siddiq, yang biasa disapa dikalangan keluarga dengan panggilan Nyak Empeng, berasal dari Kalibata. Ayah beliau bernama H. Ismail bin Bashir yang juga biasa disapa dengan panggilan Bah Enggot, berasal dari Kebun Tebu Tebet. Pernikahan antara H. Ismail dengan Hj. Yapiah…

Read More

Sejarah Singkat Masjid Jami’ Nurul Hidayah Kalibata

Sejarah Singkat Masjid Jami’ Nurul Hidayah Kalibata

Pada tahun 1960-an masyakarat di sekitar Kalibata belum mempunyai Masjid yang ada hanya dua Masjid yaitu Masjid Syi’arul Islam (Guru Amin) yang sekarang dikenal dengan nama masjid Nashrumminallah dan Masjid Al-Fajri Kerobokan Pejaten. Pada tahun 1964-1965, pada saat itu dimulainya pembangunan komplek Cakra Birawa (Pomad), hal ini membuat masyakarat disekitarnya kesulitan bila ingin melaksanakan sholat Jum’at. Akhirnya pada tahun 1968, KH. As’ad dengan melihat illat/kondisi yang ada mengusulkan untuk mengadakan sholat Jum’at. Usulan ini ditanggapi…

Read More