HAUL KE-19 ALM. KH. AHMAD ZAINUDDIN (GURUDIN) 08/11/2015

Tepat sembilan belas tahun lalu, 09 Juni 1996 bertepatan dengan tanggal 22 Muharram 1417 H, KH. Ahmad Zainuddin bin H. Ismail atau yang biasa disapa dengan sebutan Gurudin dengan tenang dan damai meninggalkan dunia ini. Haul yang ke-19 ini diadakan pada hari Minggu (08/11/2015) di rumah Almarhum Gurudin di jalan Warung Jati Timur tepat di depan Sekolah MI Unwanul Huda yang beliau dirikan. dihadiri oleh para alim ulama, tokoh masyarakat, murid-murid dan ratusan Jamaah dari Masjid, Mushola serta rombongan Jama’ah ta’lim yang juga turut hadir diacara haul pendiri Masjid Nurul Hidayah Kalibata ini. Hadir pula Ust. KH. Ma’mun Khotib ditengah-tengah para Alim Ulama walau beliau harus meninggalkan acara terlebih dahulu karena harus menghadiri acara lain.

Acara dimulai dengan pembukaan silsilah Al-Fatihah oleh Guru Besar Masjid Jami’ Nurul Hidayah KH. Fathul Bari Zainuddin, dilanjutkan dengan Khotmul Qur’an, Arwah dan Tahlil yang dipimpin oleh Ust. H. Mirza Shofie, doa oleh Ust. H. Abdul Qodir dan Pembacaan Riwayat Maulid yang di bacakan oleh Jama’ah Majlis Ta’lim Malam Kamis Masjid Nurul Hidayah diantaranya Ust. H. Aswadi Abd. Karim, Ust. H. Soheh, Ust. Misbah Muhiyyin, Ust. Ridwan, serta tidak ketinggalan juga pembacaan doa birrul walidain yang dipimpin oleh Ust. Syamil Mahmudi,S.Ag

Hampir setiap tahun acara haul rutin di adakan oleh kepanitiaan dari Majlis Talim Sabtu Subuh Majlis Ta’lim Assa’adah. Dari sambutan Ketua sekaligus koordinator acara yang juga adalah Cucu dari Almarhum Gurudin yaitu Ust. Muchlis As’ad, S.Ag, beliau mengatasnamakan sebagai panitia mengatakan bahwa acara haul gurudin yang setiap tahun diadakan ini pada hakikatnya tidak ada kepanitiaan khusus yang artinya panitia ini adalah kita semua para jamaah. dilihat dari sejarah pertama kali haul gurudin ini dilaksanakan sampai dengan haul yang ke-19 kali ini semua berawal dari dan atas koordinasi keluarga besar Almarhum, barulah pada saat haul ke-7 sampai dengan sekarang atas dasar inisiatif dari para ketua masjid, musholla, serta ketua ta’lim dan juga berawal dari pembicaraan-pembicaraan jama’ah sabtu subuh majlis ta’lim Assa’adah tercetuslah usulan kalau haul gurudin ini akan diadakan secara bersama-sama yang dibentuk secara kepanitiaan yang didominasi oleh para perwakilan masjid, mushola dan ta’lim dan Alhamdulillah sampai saat ini masih terus berlangsung.

Lanjut lagi dari sambutan Ust. Muchlis yang juga selaku pembina Pemuda dan Remaja Islam Masjid Nurul Hidayah ini juga memaparkan bahwa semua yang dilakukan ini sampai dengan sekarang adalah didasari dan diambil dari hadits Rasulullah SAW bahwa akan ditampakkan amaliah-amaliah kita sekalian dihadapan para mereka yang telah meninggal dunia. begitu banyak jasa Almarhum tergambar bahwa cikal bakal pengajian-pengajian kitab kuning yang berada didaerah kalibata dan sekitarnya sejak jaman ketika itu masih dalam keadaan gelap gulita artinya zaman yang waktu itu masih belum ada listrik, beliau tidak pernah lelah selalu membimbing dan mengajarkan ilmu agama di pengajian-pengajian halaqah, ilmu-ilmu tauhid, ilmu-ilmu akhlak tasawuf, ilmu fiqh kepada kita semua. oleh karena itu sebagai jamaah maka kita patut mempertahankan apa yang telah beliau pertahankan dan perjuangkan, dan beliau tampilkan ilmu-ilmu agama disekitar kita. lalu kemudian juga atas usaha dan perjuangan beliau, beliau banyak mendirikan musholla-musholla dari pejaten barat, duren tiga dan kalibata khususnya dengan mendirikan masjid yaitu masjid nurul hidayah, mengisi masjid yang saat itu pertama kalinya masjid al-fajri, Al-Mujtami’in, dan lain sebagainya, begitu banyak sekali perjuangan beliau yang beliau tanamkan kepada kita semua, dan inilah dasar dari semua inisiatif dan usulan para jamaah sehingga haul Alm. Gurudin ini terselenggara sampai dengan saat ini oleh para murid-murid beliau. Selain itu juga sebenarnya acara haul ini pada dasarnya adalah mengajak para jamaah untuk berziarah bersama, berkumpul dan bersilaturahmi bersama yang dimulai dari murid-murid beliau sampai dengan cicit-cicit beliau disini setiap bulan muharram minggu ke-3.

Setelah sambutan seperti biasa juga dibacakan sekilas riwayat kehidupan Alm. KH. Ahmad Zainuddin (Gurudin) yang setiap tahun dibacakan oleh Ust. Musifin As’ad, MH., sebelum memulai membacakan riwayat beliau menghimbau untuk para jamaah agar tidak pernah bosan untuk mendengarkan riwayat kehidupan ini di tiap-tiap tahunnya karena ini merupakan wasiat dari Alm. KH. As’ad Zainuddin yang mengatakan bahwa salah satu inti daripada haul ini adalah membacakan riwayat kehidupan Gurudin.

Setelah pembacaan riwayat kehidupan Gurudin, dilanjutkan dengan tausiah agama oleh KH. Nurali Hamim,
dalam tausiahnya beliau menyampaikan bahwa KH. Ahmad Zainuddin (Gurudin) seperti juga alim ulama terdahulu adalah para sosok guru yang tawadhu dan tidak pernah lelah dalam mengajarkan pendidikan Agama kepada murid-muridnya sehingga dirinya telah membawa barokah yang bisa dirasakan sampai saat ini.

Komentar

komentar

Please follow and like us:

Leave a Comment