KHUTBAH SHALAT GERHANA MATAHARI (SHALAT KUSUF) MASJID NURUL HIDAYAH KALIBATA

Oleh : DR. Asmawi, M.Ag

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ () اَلَّذِي خَلَقَ اْلإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِي اْلأَرْضِ وَالَّذِي جَعَلَ كُلَّ شَيْئٍ إِعْتِبَارًا لِّلْمُتَّقِيْنَ () وَجَعَلَ بَهْجَةً وَّسُرُوْرًا فِى قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ () أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحـْدَهُ لاَشـَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر () وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ () اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَأَفْضلِ اْلاَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَاِبه أَجْمَعِيْنَ () أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاّ َوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ ()

Ma’âsyir al-Muslimîn rahimakumullah,

Mari sama-sama kita tingkatkan kualitas takwa kita. Alam semesta dan diri kita pun adalah bagian dari tanda kekuasaan Allah, ayat kauniyyah. Allah berfirman:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Kami (Allah) akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (ayat) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (Q.S. Fussilat/41:53).

Pada pagi hari ini, hari Rabu, 29 Jumadil Awwal 1437 H / 9 Maret 2016 M, terjadi peristiwa yang sangat penting bagi alam semesta beserta penghuninya, yakni gerhana matahari. Perlu diketahui bahwa sekitar 1428 tahun yang lampau menurut Kalender Hijriyyah atau 1384 tahun yang lalu menurut Kalender Masehi, gerhana matahari terjadi dan disaksikan Rasul saw. beserta masyarakat Madinah. Dari penelusuran ahli hisab/falak, sejak tahun 8 kenabian (tahun lahirnya putera Rasul saw, sayyid Ibrahim) sampai 10 H, hanya terjadi satu kali gerhana matahari, yakni gerhana yang terjadi pada hari Senin, 29 Syawal 10 H, bertepatan dengan 27 Januari 632 M, mulai terjadi pada pagi hari jam 07.15 dan berakhir pada jam 09.53 waktu Madinah. Maka, kemungkinan besar wafatnya sayyid Ibrahim, putera Rasul saw adalah malam Senin, 29 Syawal 10 H. Ketika itulah, masyarakat Madinah segera menghubungkan peristiwa gerhana itu dengan wafatnya sayyid Ibrahim, putera Rasul saw.

Mengetahui akan hal itu, Rasul saw bersabda:

إن الشَّمس و القَمَر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقوا

Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua ayat dari ayat-ayat Allah. Tidaklah mereka gerhana lantaran kematian ataupun kehidupan seseorang. Jika menyaksikan kedua gerhana itu, maka serulah nama Allah, shalatlah kalian dan bersedekahlah kalian. (H.R. al-Bukhârîy dan Muslim).

Kemudian Rasulullah saw mengajak masyarakat Madinah untuk mengagungkan nama Allah, dan kemudian beliau memimpin shalat gerhana, sekaligus mencontohkan tatacaranya, yakni dua raka`at dengan empat ruku` dan empat sujud. Usai shalat, Rasulullah saw menyampaikan khutbah. (H.R. al-Bukhârîy dan Muslim).

Dalam khutbah shalat gerhana itu, Rasulullah saw mengutip firman Allah:

وَمِنْ آَيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kalian menyembah, baik matahari maupun  bulan; (tetapi) sembahlah Allah yang telah menciptakannya, Jika kalian kepada-Nya lah benar-benar menyembah. (Q.S. Fussilat/41:37).

Ma’âsyir al-Muslimîn rahimakumullah,

Terkait keadaan matahari dan bulan, Allah berfirman:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَأَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan; masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Luqman/31:29).

 

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاء وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللّهُ ذَلِكَ إِلاَّ بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. Yunus/10:5).

Terkait penciptaan langit, bumi serta pergantian siang dan malam, Allah berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (QS. Ali Imran/3:190).

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّار

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran/3:191).

Semua makhluk Allah di alam semesta ini tunduk kepada tunduk dan patuh kepada Allah. Allah berfirman:

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. (QS. al-Nahl/16:49).

Di dalam menghadapi peristiwa gerhana matahari ini, marilah kita memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah dengan penuh khusyu’ dan tadharru’.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا () وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya; dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (QS. al-Ahzâb/33:41-42).

 

Di samping itu, juga marilah kita memperbanyak shadaqah dan amal shaleh lainnya.

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka; tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. al-Baqarah/2:262).

 

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. al-Nahl/16:97).

Di dalam menghadapi peristiwa gerhana matahari ini, juga marilah kita melakukan muhasabah atas berbagai  musibah yang melanda bangsa kita, mulai dari banjir, longsor, letusan gunung api, kebakaran hutan hingga bencana alam dan bencana sosial lainnya lantaran ulah dan kesalahan kita. Marilah kita melakukan taubat dengan taubatan nasûha, memegang teguh komitmen ketaatan kepada Allah, mengajak dan menyebarkan kebaikan, menghindari dan mencegah kemaksiatan dan kemunkaran. Komitmen  ketaatan kepada Allah dan kebaikan itu harus dimulai dari diri kita sendiri, keluarga kita dan lingkungan kita.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhan kalian akan menutupi kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama beliau; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. al-Tahrîm/66:88).

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Alu ‘Imrân/3:104).

Peristiwa gerhana matahari ini hendaknya kita jadikan sebagai peringatan untuk meningkatkan taqwa kita kepada Allah swt, Untuk itu, marilah kita jauhkan diri kita dari segala keangkuhan, kesombongan, dan segala macam perbuatan yang mendorong ke arah kemusyrikan. Dengan bekal taqwa inilah, kita akan diantarkan kepada keselamatan dan kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Semoga kita semua bisa mengambil ‘ibrah dan hikmah dari peristiwa gerhana matahari ini. Âmîn yâ Mujîb al-Sâ’ilîn.

بارك الله لي ولكم فى القرأن العظيم () ونفعني وإياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم () وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم () أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

 

Komentar

komentar

Please follow and like us:

Leave a Comment